Senin, 23 Januari 2012

Dear Handsome admirer

Lagi-lagi pagi ini aku mendapatkan sepucuk surat berwarna merah muda berada dimuka pintu rumahku. Ini bukan untuk yang pertama kalinya,bahkan hampir setiap hari aku mendapatkan surat ini tergeletak tak bernyawa di depan rumah. Sepertinya si pengirim rahasia itu tak pernah bosan menuliskan kalimat ‘Hari ini kamu cantik sekali,aku mengagumimu.’ berkali-kali. Semua ini terjadi sudah hampir dua tahun lebih. Memang,hal ini tak mengganggu aktifitasku namun,yang membuatku sebal sampai sekarang yakni belum mengetahui siapa sih sebenarnya sang secret admirer itu?
Sekarang hari Senin,hari di mana aku memulai rutinitasku sebagai seorang pelajar SMK yang selalu berangkat pagi-pagi sekali dan baru pulang saat senja tiba. Ya,begini lah sekolahku,sekolah yang terkenal ada kata “PLUS” nya. Walaupun sekolahnya hanya dari hari Senin sampai Jum’at saja namun,cukup membuatku lelah juga. Akan tetapi semua itu tidak terasa lelah karena banyak teman yang membuat hari-hariku menjadi menyenangkan.
Pagi itu aku hendak pergi ke sekolah seperti biasanya. Selesai berpamitan kepada kedua orang tuaku,bergegas aku pergi dengan mengendarai sepeda pemberian Ayahku tahun lalu. Rasanya aku begitu gembira dan bersemangat saat mengendarai sepeda itu,aku pikir entah kenapa. Mungkin karena warnanya yang sesuai seleraku,tentunya warna sepeda itu biru muda berpadu dengan ungu muda yang menawan.
Tiba-tiba di tengah jalan aku dikejutkan oleh segerombol anak-anak play group yang menghampiri sepedaku. Jumlah anak-anak itu ada 15 orang,mereka berlari sambil memegang setangkai bunga mawar merah satu per satu. Aku kaget,sontak aku hentikan sepedaku. Segera mereka memberikan bunga-bunga itu kepadaku seraya mengatakan kalimat yang amat aku kenal secara bersamaan. “Hari ini kamu cantik sekali,aku mengagumimu.” anak-anak itu pergi kembali ke tempat mereka sebelumnya. Kini yang ada hanya aku,aku yang kaget tercengang sendirian. Siapa sebenarnya secret admirer itu,betapa romantisnya dia. Aku membatin dalam hati. Rasanya ingin aku selidiki siapa sang secret admirer itu,tapi waktu yang aku punya tak begitu banyak. Lima belas menit lagi sekolah masuk,aku harus bergegas pergi.
***
Tak terasa sekarang waktu menunjukkan pukul setengah empat sore. Saatnya pulang,saatnya melepaskan lelah setelah seharian tadi praktek merakit computer yang membuat kepalaku lumayan mumet. Tak ku sangka,seseorang mengirimiku sebuah pesan singkat melalui handphoneku. “Aku tunggu kamu di taman kota jam setengah empat. Aku duduk di bangku taman pojok kiri,mengenakan baju berwarna biru berpadu ungu muda. Your secret admirer.”
Hatiku rasanya berdebar-debar,aku tak tahu kenapa. Akhirnya,kini dia memunculkan batang hidungnya juga,pikirku.
Sampailah aku pada sebuah bangku pojok taman sebelah kiri,anehnya aku tak melihat siapa pun di sana. Yang aku lihat hanyalah setoples kertas warna-warni di dalamnya. Ingin rasanya aku membuka toples itu namun,aku tak berani. Aku merasa tak berhak untuk membukanya karena aku pikir itu bukan milikku. Tetapi rasa penasaran mulai bertahta pada diri ini,apalah jadinya kalau aku membuka toples itu. Itu urusan belakangan,sekarang yang penting aku bisa membuang rasa kepenasarananku. Akhirnya ku buka toples itu,perlahan ku buka secarik demi secarik kertas di dalamnya. Yang ku lihat itu nyata,dalam kertas-kertas itu tertulis kalimat andalan sang secret admirer.
Mendadak aku kaget,kembali aku tercengang. Aku mencoba menyelidik sekitarku,barangkali saja dia ada di sekelilingku. Mataku mulai menyelidik ke seluruh penjuru. Tak ku temui sosok pengagum rahasiaku yang menggambarkan dirinya mengenakkan baju biru berpadu ungu muda. Mendadak hatiku menjadi cemas,gelisah,dan galau yang tidak karuan.
Aku hempaskan tubuh yang lelah ini di bangku taman yang aku belakangi,tiba-tiba saja handphoneku berdering. Ku lihat di layar handphoneku,sebuah number yang tak dikenal menghubungiku. “Akhirnya kamu datang juga…” seseorang di seberang sana menyapaku.
“Heh! Lo di mana sih,gue udah lama nunggu tahu!!” jawabku ketus. Ku dengar dia tertawa kecil. “Kau tak melihat keberadaanku,ya?” suaranya itu seperti mengejekku. “Tidak,memang di mana? Ayolah…Munculkan batang hidungmu yang pastinya pesek itu!” jawabku masih ketus.
Aku merasa seseorang tengah mendekat kearah di mana aku tengah berdiri. Ku balikan badanku dan ternyata WOW di sana seorang lelaki berbaju biru berpadu ungu muda tengah berdiri tepat di belakangku. Aku kaget,benar-benar kaget. Hatiku bertanya-tanya,mungkinkah dia sang secret admirerku ??

Ya Tuhan,dia begitu tampan. Wajahnya itu kurang lebih mirip Greyson Chance. Tak banyak yang dapat aku ungkapkan namun,hanya satu yang benar-benar terbesit dalam hati. AKU JATUH CINTA PADA HANDSOME ADMIRERku !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar