Senin, 23 Januari 2012

Karena kamu,derita pun jadi bahagia..

Aku duduk sendiri di bangku taman sekolah. Taman itu terlihat sepi,tak ada seorang pun yang berlalu di dekatku. Yang ku rasakan hanyalah hembusan lembut angin yang menerpa wajahku. Aku terdiam mematung memandangi rerumputan yang bergoyang. Mengenadahkan wajahku,mencari awan putih yang berarak di atasku. Sinar matahari yang menyilaukan pandangan ku memaksa agar aku segera menundukkan kepalaku. Hingga tak ku sadari seorang lelaki tengah duduk termanggut di sampingku.
  Namaku Aerlin. Seorang mahasiswi yang beruntung bisa bersekolah di universitas seelit ini. Ya,semua itu berkat kepintaran yang dianugerahkan Tuhan kepadaku. Aku mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikanku ke Oxford University. Sebelumnya aku tak pernah membayangkan akan bersekolah di  universitas yang sangat diidamkan oleh banyak orang ini. Mungkin kebanyakan dari orang-orang akan menyebutkan satu kata yang tak aneh lagi. Beruntung !
Tetapi sesungguhnya ini hanyalah derita yang tak bertepi bagi diriku. Kau tahu kenapa ? Aku sungguh tersiksa meneruskan pendidikan di sini. Aku merasakan bagaikan seorang yang tak mampu berbuat apa-apa. Ditambah lagi aku tak punya teman dekat satu orang pun. Aku sadar,sadar betul malah,mana mungkin ada salah seorang mahasiswa atau mahasiswi di sini yang ingin berteman denganku. Ughh...rasanya mustahil !
  Lelaki yang duduk di sampingku tersenyum menatapku. Aku pun kembali tersenyum kepadanya. Aku rasa dia orang asia juga,tapi entahlah. Aku malas bertanya kepadanya,mungkin aku lebih baik diam saja. “Sudah lama duduk di sini ?” sapa lelaki berbaju Merah itu. “Cukup lama tepatnya.” Kataku seraya tersenyum simpul. Ternyata dia bisa berbahasa Indonesia juga,kemungkinan besar dia satu negara denganku. “Bolehkah aku duduk di sini bersamamu?” tanyanya penuh ragu. Aku mengangguk dan kemudian mencoba untuk menggeser tubuhku. “Udaranya terasa begitu nyaman,mungkin akan lebih nyaman lagi kalau kita berkenalan dulu. Boleh?” senyumnya terlihat merekah. Tanpa basa-basi langsung saja aku ulurkan tangan kepadanya. “Namaku Aerlin. Mahasiswi jurusan Hukum.Tingkat dua.” Jelasku singkat. “Oh okey,senang berkenalan denganmu Aerlin. Aku Daniel,mahasiswa jurusan kedokteran tingkat tiga.” ku lihat dia tersenyum begitu manis kepadaku. Dari sana lah aku dan dia terus berbincang-bincang. Sampai tak terasa waktu istirahat telah berakhir.
Bergegas aku kembali ke kelas,begitupun dengan Daniel.
  ***

Sudah hampir tiga minggu aku aku mengenal Daniel. Dan selama itu pula aku tak merasakan kesan menderita lagi. Aneh,entah kenapa. Mungkin karena aku sudah mempunyai teman yang menurutku sehati,dia lah Daniel. Setiap bertemu dengannya hatiku terasa nyaman. Aku merasakan kembali keceriaan yang dulu sempat hilang dari daftar hidupku. Aku merasa bahagia bisa berteman dengannya.
  Suatu hari Daniel mengajakku untuk dinner. Karena kebetulan saat itu aku tak ada acara apapun,maka aku segera menyetujuinya. Tentu,aku tak akan melewati kesempatan emas untuk dinner bersama lelaki sebaik,sepintar,dan setampan Daniel.
  Malamnya tepat pukul 8.00 Daniel menjemputku di kost-an. Aku yang bergaunkan merah marun mendapatkan sanjungan darinya. “Kamu terlihat lebih cantik dan mempesona malam ini. Pantas saja Inggris ditaburi banyak bintang.” sanjungannya membuat aku tersipu malu dan tak akan pernah aku lupakan.

Sesampainya di sebuah restaurant mewah aku tercengang. Jujur,aku tak pernah dapati masuk ke restaurant ini dan inilah pertama kalinya aku dinner dengan seorang lelaki yang dekat denganku.
Suasana dinner pertamaku terasa begitu sangat romantis. Lilin-lilin yang menyala di sekeliling kami,taburan bunga mawar yang mewarnai suasana,alunan musik sederhana dari para pemain biola itu,dan rasanya kurang lengkap jika tak ditambahi setangkai bunga mawar merah dari Daniel.
Sungguh,malam itu aku benar-benar tersanjung. Aku merasa menjadi seorang putri yang dimanjakan pangerannya. Namun,sungguh disayangkan,Daniel bukanlah pangeranku.
  Makanan yang kami makan sudah habis. Saatnya untuk pulang.
Saat aku hendak beranjak dari tempat dudukku,tanpa ku duga Daniel menggenggam tanganku. Seketika tanganku berubah menjadi dingin,hatiku terasa luluh. Aku menundukkan kepalaku karena aku tak kuasa jikalau harus memandang matanya. Sebenarnya sudah sangat lama aku menyukai Daniel namun,semua perasaan itu aku pendam sendirian. “Bismillah. Aku menyukaimu,Aerlin.” terdengar kata-kat itu begitu lirih diucapkannya. Aku terpana,memandangnya pekat-pekat. Ku selidiki bola matanya,ku coba mencari kepalsuan-kepalsuan yang melayang-layang di sana. Tak ku temukan. Yang ku dapati adalah berjuta kesungguhannya.
Bergegas ku pejamkan mata ini,aku harap ini bukanlah mimpi belaka. Dan benar saja,ini nyata,bukan mimpi. “Apa...apa maksud kamu?” tanyaku tertahan-tahan. “Ku jelaskan dari awal. Sesungguhnya aku telah lama memata-mataimu,semenjak adanya kehadiranmu di sekolah kita aku merasakan semangat. Semangat itu aku dapat saat aku melihat wajahmu dan kepribadianmu. Intinya,maukah kamu menjadi kekasih hatiku,menghuni jiwa dan hati yang tengah dilandai sepi ini?” jelasnya dengan semangat yang berkobar. “Atas restu Allah aku terima cerita cintamu....” aku tiba-tiba mendadak menjadi salah tingkah. Daniel mengernyitkan dahinya. “Cerita cintaku? Bagaimana dengan perasaan cintaku yang bergejolak ini kepadamu,Aerlin Tinaria?”. Aku tersenyum,aku rasa senyum paling manis dalam hidupku. Kini jemari-jemari tanganku yang kecil bersentuhan dengan tangannya. Ku genggam tangannya tak kalah erat. “Apapun yang terjadi aku terima perasaan cintamu. Dan aku bersumpah,sebenarnya aku mencintaimu. Dan asal kau tahu,cintaku tak kalah besarnya dengan cintamu kepadaku.”. Entahlah,kata-kata itu terlontar dengan sendirinya dari bibirku.
Daniel menatapku dengan berbinar-binar. “Sungguhkah semua ini?” aku pun mengangguk pelan dan sedikit berbisik kepadanya. “Sesungguhnya semua ini benar-benar terjadi. Ku berharap kau menjadi yang terakhir untukku.”
  Sejak saat itulah aku dan Daniel resmi menjadi sepasang kekasih. Tak ku kira dia sangatlah romantis. Sudah lama aku meminta sebuah cinta dalam hidupku kepada Tuhan namun,tak pernah ku dapat sebuah cinta yang sesungguhnya. Semuanya hanya imajinasi semata,hanya sebuah harapan kosong yang diberikan banyak lelaki bajingan kepada kaum wanita sepertiku. Hanya ingin memanfaatkan ku saja. Tapi,kini  Allah mendengar do’aku. Dia berikanku sebuah cinta yang luar biasa dan kepada Daniel lah cinta itu dapat ku persembahkan. Tuhan pun anugerahkan ku kasih dan hanya bersama Daniel lah kasih itu dapat ku bagi.

Ternyata memang benar,tanpa cinta hidup kita akan terasa hampa. Namun cinta itu akan hadir bila ada restu dari Alloh SWT. Aku harap,aku bisa memanfaatkan kesempatan ini. Terima kasih banyak ya Alloh,karena semenjak kehadiran Daniel di sisiku,aku tak pernah merasakan hal yang menderita. Melainkan bahagia selama-lamanya.
»»  Baca selengkapnya...

Ku merindui kamu

Mencintaimu adalah pekerjaan melelahkan,
sedangkan kehilanganmu adalah liburan yang menyakitkan.
Hatimu, ialah tamasya yang paling indah.
Kau ajak aku berkeliling di sekitarnya, memetik ranum cinta, yang kita tanam.
Di beranda sepi, aku duduk berdua bersama kenangan,
mengisi liburan dengan bercengkrama, tentang mimpi dan kerinduan.
Meliburkan diri dari cintamu, sekejap nafas tercekat, pundi udara hampa membiru, nyata hadirmu mengisi semua sekat.
Seperti lembar-lembar paruku, yang tak bertera tanggal libur merindui kamu.


»»  Baca selengkapnya...

All about my self

Andari Pujihapsari adalah seorang siswi Sekolah Menengah Kejuruan di kota Bandung. Sekolah yang mempunyai nama SMK Plus Pratama Adi itu memiliki beberapa jurusan,salah satunya adalah jurusan TKJ (Teknik Komputer Jaringan). Jurusan yang saat ini tengah ditekuni oleh Andari. Kegemarannya dalam bidang IT (Imu Teknologi) ini yang mendorong dia untuk terus memperdalaminya dan kini dia baru duduk di kelas X SMK.
Perempuan kelahiran Bandung,17 April 1996 ini mempunyai cita-cita ingin menjadi IT Expert seperti idolanya,Onno W.Purbo. Entah sejak kapan ia mulai menyukai bidang ini,padahal sebelumnya ia sempat memiliki cita-cita sebagai penulis. Bahkan ia pernah memenangkan sebuah kejuaraan lomba mengarang cerpen bahasa Indonesia tingkat provinsi. Dengan bangganya dia mendapatkan juara pertama. Sebelumnya dia pun sempat memenangkan beberapa penghargaan dari lomba-lomba mengarang seperti itu.
Saat dia duduk di bangku kelas 3 SMP,dia mendapat kepercayaan dari guru-gurunya untuk mengikuti lomba mengarang bahasa Indonesia tingkat Nasional. Namun apalah daya,dia gagal dalam lomba tersebut,dia pulang hanya dengan menyandang gelar juara favorite 2. Saat itu dia benar-benar terpukul,rasanya dia begitu hancur. Tapi akhirnya kini dia bisa kembali bangkit,dia yakin Allah SWT akan memberikannya kesuksesan kelak. Kegagalan adalah awal dari kesuksesannya dan hidup harus terus berjalan,tidak boleh berhenti karena rasa keputusasaan.
Akhirnya Allah membawa Andari ke sekolah SMK itu dan di sanalah dia memulai kisah dan perjalanan hidupnya yang baru. Di sana dia mendapatkan banyak teman,teman yang bisa mengerti dia,teman yang bisa menerima dia apa adanya,teman yang selalu menemani hari-harinya dengan canda dan tawa. Ternyata semua itu tidak hanya sekedar dapat menghiburnya namun,dapat memberi warna dalam dunianya yang sekarang. Kepribadiannya yang mudah bergaul(katanya),ceria(emang haha),berteman dengan siapa saja(pasti hehe) ,dan humor (kata temen) ini yang membuat banyak orang ingin berteman dengannya(kebanyakan bilang gitu). Tetapi dia juga punya sifat yang mungkin kurang baik yaitu,mudah tersinggung. Ada baiknya,kini sifat itu sedikit demi sedikit telah memudar pada dirinya. Dan semua itu berkat sahabat-sahabatnya yang selalu setia dan mensupportnya.
Cinta. Siapa yang tak kenal dengan perasaan yang satu ini. Begitu pun dengan Andari. Ternyata dia pernah menjalin kisah cinta dengan beberapa lelaki dalam hidupnya. Di sekolahnya kini dia telah mempunyai dua orang mantan kekasih dan keduanya pun tengah menekuni jurusan dan tingkatan yang sama dengan dirinya. Kedua mantannya itu tak lain berinisial DFR dan TSP. Dia ternyata masih mencintai salah satu di antara mantan-mantannya tersebut. Ia sempat memiliki kenangan “ngedate”  yang benar-benar romantis. Namun Allah berkehendak lain,akhirnya pada tanggal 14 November 2011 mereka pun putus. Genap satu bulan dua minggu mereka menjalin cinta dengan begitu mulus,sampai pada akhirnya seorang perempuan dari sekolah yang sama merebut mantan terkasihnya itu.  Semua kisah dalam perjalanan hidupnya dapat membuat Andari sadar dan mendewasakan dirinya. Dia sekarang punya tekad yang kuat untuk tidak menguruskan masalah percintaannya dulu. Ia kini hanya ingin focus mendalami bidang IT dan ia tak ingin gagal untuk yang kesekian kalinya.
Dan,kalian harus tahu bahwa dia sangatlah suka dengan Harry Potter. Bahkan dia pun bergabung dengan salah satu grup pecinta Harry Potter di dunia maya. Yang biasa disebut dengan HAFAMZ atau HPW,ia merasa mempunyai keluarga baru yang begitu care dengan dirinya. Chara/karakter yang ia ambil di grup itu adalah sebagai Cho Chang. Kini rasa semangat itu tumbuh kembali,karena semua orang yang dia sayangi dan dia kenal peduli pada dirinya.


»»  Baca selengkapnya...

Dear Handsome admirer

Lagi-lagi pagi ini aku mendapatkan sepucuk surat berwarna merah muda berada dimuka pintu rumahku. Ini bukan untuk yang pertama kalinya,bahkan hampir setiap hari aku mendapatkan surat ini tergeletak tak bernyawa di depan rumah. Sepertinya si pengirim rahasia itu tak pernah bosan menuliskan kalimat ‘Hari ini kamu cantik sekali,aku mengagumimu.’ berkali-kali. Semua ini terjadi sudah hampir dua tahun lebih. Memang,hal ini tak mengganggu aktifitasku namun,yang membuatku sebal sampai sekarang yakni belum mengetahui siapa sih sebenarnya sang secret admirer itu?
Sekarang hari Senin,hari di mana aku memulai rutinitasku sebagai seorang pelajar SMK yang selalu berangkat pagi-pagi sekali dan baru pulang saat senja tiba. Ya,begini lah sekolahku,sekolah yang terkenal ada kata “PLUS” nya. Walaupun sekolahnya hanya dari hari Senin sampai Jum’at saja namun,cukup membuatku lelah juga. Akan tetapi semua itu tidak terasa lelah karena banyak teman yang membuat hari-hariku menjadi menyenangkan.
Pagi itu aku hendak pergi ke sekolah seperti biasanya. Selesai berpamitan kepada kedua orang tuaku,bergegas aku pergi dengan mengendarai sepeda pemberian Ayahku tahun lalu. Rasanya aku begitu gembira dan bersemangat saat mengendarai sepeda itu,aku pikir entah kenapa. Mungkin karena warnanya yang sesuai seleraku,tentunya warna sepeda itu biru muda berpadu dengan ungu muda yang menawan.
Tiba-tiba di tengah jalan aku dikejutkan oleh segerombol anak-anak play group yang menghampiri sepedaku. Jumlah anak-anak itu ada 15 orang,mereka berlari sambil memegang setangkai bunga mawar merah satu per satu. Aku kaget,sontak aku hentikan sepedaku. Segera mereka memberikan bunga-bunga itu kepadaku seraya mengatakan kalimat yang amat aku kenal secara bersamaan. “Hari ini kamu cantik sekali,aku mengagumimu.” anak-anak itu pergi kembali ke tempat mereka sebelumnya. Kini yang ada hanya aku,aku yang kaget tercengang sendirian. Siapa sebenarnya secret admirer itu,betapa romantisnya dia. Aku membatin dalam hati. Rasanya ingin aku selidiki siapa sang secret admirer itu,tapi waktu yang aku punya tak begitu banyak. Lima belas menit lagi sekolah masuk,aku harus bergegas pergi.
***
Tak terasa sekarang waktu menunjukkan pukul setengah empat sore. Saatnya pulang,saatnya melepaskan lelah setelah seharian tadi praktek merakit computer yang membuat kepalaku lumayan mumet. Tak ku sangka,seseorang mengirimiku sebuah pesan singkat melalui handphoneku. “Aku tunggu kamu di taman kota jam setengah empat. Aku duduk di bangku taman pojok kiri,mengenakan baju berwarna biru berpadu ungu muda. Your secret admirer.”
Hatiku rasanya berdebar-debar,aku tak tahu kenapa. Akhirnya,kini dia memunculkan batang hidungnya juga,pikirku.
Sampailah aku pada sebuah bangku pojok taman sebelah kiri,anehnya aku tak melihat siapa pun di sana. Yang aku lihat hanyalah setoples kertas warna-warni di dalamnya. Ingin rasanya aku membuka toples itu namun,aku tak berani. Aku merasa tak berhak untuk membukanya karena aku pikir itu bukan milikku. Tetapi rasa penasaran mulai bertahta pada diri ini,apalah jadinya kalau aku membuka toples itu. Itu urusan belakangan,sekarang yang penting aku bisa membuang rasa kepenasarananku. Akhirnya ku buka toples itu,perlahan ku buka secarik demi secarik kertas di dalamnya. Yang ku lihat itu nyata,dalam kertas-kertas itu tertulis kalimat andalan sang secret admirer.
Mendadak aku kaget,kembali aku tercengang. Aku mencoba menyelidik sekitarku,barangkali saja dia ada di sekelilingku. Mataku mulai menyelidik ke seluruh penjuru. Tak ku temui sosok pengagum rahasiaku yang menggambarkan dirinya mengenakkan baju biru berpadu ungu muda. Mendadak hatiku menjadi cemas,gelisah,dan galau yang tidak karuan.
Aku hempaskan tubuh yang lelah ini di bangku taman yang aku belakangi,tiba-tiba saja handphoneku berdering. Ku lihat di layar handphoneku,sebuah number yang tak dikenal menghubungiku. “Akhirnya kamu datang juga…” seseorang di seberang sana menyapaku.
“Heh! Lo di mana sih,gue udah lama nunggu tahu!!” jawabku ketus. Ku dengar dia tertawa kecil. “Kau tak melihat keberadaanku,ya?” suaranya itu seperti mengejekku. “Tidak,memang di mana? Ayolah…Munculkan batang hidungmu yang pastinya pesek itu!” jawabku masih ketus.
Aku merasa seseorang tengah mendekat kearah di mana aku tengah berdiri. Ku balikan badanku dan ternyata WOW di sana seorang lelaki berbaju biru berpadu ungu muda tengah berdiri tepat di belakangku. Aku kaget,benar-benar kaget. Hatiku bertanya-tanya,mungkinkah dia sang secret admirerku ??

Ya Tuhan,dia begitu tampan. Wajahnya itu kurang lebih mirip Greyson Chance. Tak banyak yang dapat aku ungkapkan namun,hanya satu yang benar-benar terbesit dalam hati. AKU JATUH CINTA PADA HANDSOME ADMIRERku !
»»  Baca selengkapnya...