Kamis, 01 Desember 2011

Hujan

Bukankah PETIR yang menggetar-getar itu ratapanku? Maka hentilah hujan, sediakan nampan, tampung rintiknya.
langit begitu fasih membaca hati, hadirkan hujan tanpa kilatan petir, ia hadir lebih dulu dalam rindu yang paling getir.
Gemeletar petir di luar sana, tak lebih menakutkan dari kehilangan, yang tak pernah bisa kita pertanggung jawabkan.
Secepat petir, bayangmu menyambar ke setiap sudut ingatan, menyalakan api rindu yang lama terpadamkan.
Hatiku riak laut tanpa gelombang. Kemudian cintamu datang, serupa petir menyambar; menunggangi arus pasang.
Kerinduan itu seperti petir tanpa gelegar; berkelebat menerangi ingatan, namun tak membuat sepi di hatiku berlalu pergi.
Yang membuatku takut saat hujan bukanlah petir yang berhamburan, tapi langkahmu, yang mengawali sebuah kehilangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar